Kelewatan 1 hari saja, sudah tidak bisa diurus. Ini cerita bagaimana aku baru sadar SIM ku mau expired (besok hari terakhir).
Oke, slow, ini cuman SIM (coba bersikap ga panik). Waktu sadar itu sudah lumayan sore (mau Ashar), dan kata temen – temen kantor, aku harus ngurus surat keterengan sehat di puskesmas atau klinik. Dalam hati, “what, jam piro iki? Ngurus nagndi? Mene pasti telat kalo pake ngurus ke puskesmas pagi – pagi.”
Pernah ngalamin situasi kayak gini? Aku ingetin ya, jangan sampe kayak aku gini, mepet, last call atau mulai lagi dari nol kalo telat. Kalopun mepet, kamu bisa pakai tips ini..
Tetep tenang (kalo denger adzan, tetep berangkat ke masjid, sholat dulu), doa, pasrah, ikhlas-kan segala urusanmu.
Tanya teman, tanya kepada teman yang pernah ngurus perpanjangan SIM (kalo bisa terbaru / di tahun yg sama), kamu bakalan nemu cerita yang beda – beda, tapi paling tidak kamu sudah tahu alurnya, berkasnya, dimana mau ngurusnya?
Bikin surat sehat dulu, kamu bisa bikin di puskesmas, mungkin antri banget, tapi kalo mau lebih cepet ya aku sarankan ke klinik, bayar lebih mahal dikit, kemarin aku ke klinik Al-Falah bayar 20rb (di masjid Al-Falah Darmo) disitu sudah biasa bikin surat sehat untuk urus SIM, dan buka sampai jam 7 malam, itu juga dapet info dan rekomendasi dari temen kantor (the power of tanya teman).
Fotocopy KTP & SIM (masing – masing 2x), surat keterangan sehat juga di FC ga? Demi memenuhi rasa aman & nyamanmu, fotocopy sekalian aja. Nanti berkasnya cuman diminta masing2 1 kok. Jangan lupa bawa juga asli-nya. *Oh iya, pastikan kamu cek lagi expired / masa berlaku SIM mu. Takutnya sudah ngurus ini itu, rupanya sudah expired tahun lalu 🙁
Tentukan lokasi dimana kamu mau ngurus perpanjangan SIM, tadi aku ngurus di Siola, kenapa? Karena ngantri di tempat bersih, nyaman dan ber-AC (itu adalah motivasi utama).
Tidurlah sebelum jam 10 (lah, ngaps?), kamu belum baca ya kenapa? baca Setelah 1 Bulan Tidur Sebelum Jam 10 ya. Serius, tidur yang cukup biar bisa bangun lebih pagi.
Berangkatlah sangat pagi, di Siola tadi bukanya jam set 8, aku sampe situ jam set 8, asli kesiangan. FAK (jangan ditiru).
Ngakrab, di blok bagian perpanjangan SIM pasti sudah banyak yang antri, tapi tanpa nomor antrian, ngantrinya berdasarkan ingatan masing – masing orang disitu (serius), kamu harus ngobrol sama salah satu orang disitu, paling enak diajak ngobrol biasanya cewek / lawan jenis lah, tadi aku sama mbak – mbak, sok basa basi akunya. Sebentar, ini tujuannya buat apa? Buat ada yang belain kamu kayak gini pas pembagian nomor, “Mas ini setelah bapak ini, abis gitu bapak ini, dan seterusnya”
Jadi nomor antrian kalo di Siola itu dibagi oleh petugas (LINMAS) tepat jam 8 pagi, itu sudah sekitar 30an orang yang antri, yang penting kamu stay cool selama kamu masih masuk itungan / quota 50. Kenapa gitu? Karena proses atau alur begitu nomormu dipanggil, itu cuman kurang lebih 30 menit, sudah selesai.
Jadi yang lama itu antrinya, aku ngitungin kok pakai timer. Alurnya,
Pertama: Administrasi berkas2 (rata – rata ga sampe 2 menit) – disini setor FC KTP & SIM dan aslinya, surat keterangan sehat, dan uang registrasi 30rb.
Kedua: Ambil form dan bayar biaya perpanjangan untuk SIM C 75rb, kamu isi data diri disitu, kalo sudah kasihkan kembali dan tunggu panggilan foto.
Ketiga: Sidik jari, tanda tangan, dan foto yang ganteng.
Keempat: Kembali bekerja atau pulang menikmati tidur siang.
Sudaah, itu saja. Wish you luck! 🙂
Comments by Bagus Prakoso
Menghapus Data Row yang Sudah di-Filter di Excel
"Wah, ikutan senang jika terbantu ya"
Hari Ke-14: Memutuskan Untuk Belajar UX
"Halo mas Hadi, mohon maaf baru baca komentar (karena jarang..."
Menghapus Data Row yang Sudah di-Filter di Excel
"Sama2, kak :D"
Menghapus Data Row yang Sudah di-Filter di Excel
"you're welcome, kak :D"
Menghapus Data Row yang Sudah di-Filter di Excel
"Sama2 kak Een Mulyani :)"